Nagan Raya, 29 Mei 2026
Gampong Kuala Tuha di Kecamatan Kuala Pesisir mendadak ramai dan penuh antusiasme. Pasalnya, Tim Juri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Provinsi Aceh hadir langsung dalam rangka Klarifikasi Lapangan untuk menilai alat inovasi Sangrai Kelapa hasil karya Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) Seulanga pada tanggal 22 Mei 2026.
Kegiatan ini juga dihadari juga oleh TAPM Nagan Raya berserta Pendamping Desa Kecamatan Kuala pesisir dan PLD wilayah dampingan.
Tim juri yang hadir merupakan para pakar dan akademisi terkemuka di Aceh, antara lain:
Perwakilan dari DPMG Provinsi Aceh
Aktifis dan akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK)
Akademisi dari Universitas Abulyatama
Pakar dari Fakultas Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh
Kegiatan klarifikasi lapangan ini juga dihadiri oleh berbagai undangan penting dari tingkat Kabupaten Nagan Raya. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata adanya perhatian besar terhadap perkembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) di wilayah ini.
Beberapa instansi dan perusahaan yang turut hadir sebagai undangan antara lain:
PT BEL (Bara Energi Lestari)
Scopindo
Baitul Mal Kabupaten Nagan Raya
Bank Aceh Syariah (BPD Aceh)
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop)
Kepala Dinas DPMGP4 Nagan Raya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kerja keras Daniel dan tim Posyantek Seulanga. Beliau berharap kunjungan juri tingkat provinsi ini menjadi gerbang pembuka bagi kemajuan TTG di Nagan Raya.
"Kami sangat berharap seluruh pihak yang hadir hari ini, baik dari unsur pemerintah maupun dunia usaha (swasta), dapat memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan inovasi alat sangrai kelapa ini. Semoga ke depan ada kolaborasi kuat, terutama dalam hal dukungan dana, demi keberlanjutan inovasi TTG di Kabupaten Nagan Raya." — Kadis DPMGP4 Nagan Raya
Dengan adanya penilaian lapangan ini, besar harapan masyarakat Gampong Kuala Tuha agar alat Sangrai Kelapa Posyantek Seulanga bisa meraih prestasi terbaik di tingkat provinsi dan menjadi solusi nyata bagi industri rumahan berbasis kelapa di Aceh.











