Kegiatan ini berlangsung
selama enam hari, mulai tanggal 7 Mei hingga 12 Mei 2026, bertempat di Aula
DPMGP4 Nagan Raya. Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh
gampong di wilayah Kabupaten Nagan Raya, di mana setiap gampong mengutus dua
orang peserta utama, yakni Keuchik dan Bendahara Gampong,
didampingi oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Gampong (Kasi PMG) dari
masing-masing kecamatan. Kegiatan transaksi NonTunai juga didukung Peraturan Bupati Nagan Raya Nomor 7 Tahun 2026 Tentang Pelaksanaan Transaksi Non Tunai DiPemerintah GampongLingkup pemerintah Kabupaten Nagan Raya. Menuju Tata Kelola Keuangan yang Modern Penerapan transaksi
non-tunai di tingkat gampong bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan
untuk meminimalisir risiko kesalahan administrasi dan meningkatkan keamanan
dalam peredaran uang negara. Dalam sosialisasi ini,
panitia menghadirkan para pakar sebagai narasumber utama, yaitu:
- Direktur Utama Bank
Aceh Syariah (BPD) Cabang Jeuram – Memaparkan mekanisme teknis perbankan, sistem internet
banking, serta dukungan infrastruktur digital untuk memudahkan
transaksi di tingkat desa.
- Kepala DPMGP4 Nagan
Raya – Memberikan arahan
mengenai regulasi, dasar hukum, serta target capaian implementasi
transaksi non-tunai dalam pelaporan APBG tahun 2026.
Fokus Pelaksanaan Mengingat banyaknya
jumlah gampong di Nagan Raya, pelaksanaan sosialisasi dibagi ke dalam beberapa
gelombang jadwal untuk memastikan pemaparan materi berjalan efektif dan
interaktif.
- Peserta: Keuchik, Bendahara,
dan Kasi PMG Kecamatan.
- Materi Utama: Penggunaan aplikasi
perbankan, prosedur penarikan dan transfer dana desa, serta sinkronisasi
data transaksi dengan sistem pelaporan keuangan daerah.
Harapan Kedepan Melalui sosialisasi ini,
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berharap seluruh aparatur gampong dapat segera
beradaptasi dengan sistem digitalisasi keuangan. Dengan beralih ke transaksi
non-tunai, diharapkan tidak ada lagi kendala dalam proses pencairan maupun
pertanggungjawaban dana desa, sehingga pembangunan di tingkat gampong dapat
berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. "Sistem ini adalah
langkah nyata kita untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan gampong yang
bersih, inovatif, dan melek teknologi," ujar salah satu narasumber di
sela-sela kegiatan.
|
No comments:
Post a Comment