|
ALUE SIRON – Kolaborasi erat antara Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa PDTT, Pemerintah Desa, dan masyarakat kembali ditunjukkan secara nyata di lapangan. Pada hari Jumat, 21 Agustus 2026, tim yang terdiri dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM),Safriani dan M. Wirya Pendamping Desa (PD), Eka saputra dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Indra Amriani dan didampingi Keuchik Alu Siron Muhammad Syarif melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring langsung ke Desa Alue Siron, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Kunjungan ini bukan sekadar monitoring administratif, melainkan sebuah perjalanan melihat langsung denyut nadi pembangunan dan kemandirian ekonomi yang sedang menggeliat di desa tersebut.
A. Merajut Kebersamaan dalam Gotong Royong Swadaya.
Masyarakat Mengawali kegiatan di Alue Siron, tim TPP langsung disambut oleh pemandangan yang menyentuh hati sekaligus membanggakan. Puluhan warga desa tampak bahu-membahu, bergotong royong memperbaiki sebuah jembatan kayu secara swadaya. Melihat antusiasme tersebut, tim TAPM, PD, PLD, bersama Pemerintah Desa (Pemdes) langsung membaur dengan warga di lokasi. Kehadiran para pendamping di tengah kepulan keringat warga ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa yang sukses selalu berakar dari rasa kepemilikan dan swadaya masyarakat yang kuat. Jembatan ini nantinya akan menjadi urat nadi penting bagi mobilitas warga sehari-hari.
B. Mengintip Hijau dan Merahnya Kebun Cabai Ketahanan Pangan.
Setelah selesai membaur bersama warga di lokasi jembatan, rombongan TPP dan Pemdes melanjutkan agenda utama ke sektor ketahanan pangan desa. Tim meninjau langsung area perkebunan cabai yang dikelola melalui program ketahanan pangan desa.
Hamparan tanaman cabai tampak tumbuh dan sudah mulai berbuah. Berdasarkan pantauan langsung, hamparan buah hijau dan merah tersebut kini tinggal menunggu hitungan hari menuju masa panen raya. Keberhasilan kebun cabai ini diproyeksikan mampu memperkuat ketahanan pangan warga setempat. sekaligus menopang ekonomi di desa.
C. Kebun Sawit BUMDes: Investasi Jangka Panjang Desa.
Tidak berhenti di situ, monitoring berlanjut ke sektor aset dan investasi desa, yaitu Perkebunan Kelapa Sawit yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu pilar pendapatan asli desa (PADes) yang strategis di wilayah Nagan Raya. Didampingi aparat Pemdes, tim TPP melihat langsung pengelolaan hasil panen kelapa sawit yang baru saja dipanen. Tumpukan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit berkualitas tinggi di pinggir jalan menjadi bukti bahwa manajemen BUMDes Alue Siron berjalan di jalur yang tepat. Optimalisasi aset kebun sawit ini diharapkan bisa terus menyumbang pendapatan desa yang nantinya dikembalikan untuk pembangunan fasilitas publik desa.
Sinergi Tanpa Batas untuk Alue Siron Maju. Kunjungan kerja intensif ini menegaskan bahwa fungsi pendampingan oleh TAPM, PD, dan PLD tidak hanya duduk di balik meja, melainkan hadir langsung di titik-titik krusial pembangunan desa. Sinergi yang kuat antara TPP, Pemerintah Desa, dan tingginya semangat gotong royong warga adalah modal utama Alue Siron untuk tumbuh menjadi desa yang mandiri, berdaya, dan sejahtera.
Kegiatan Perkebunan Sawit milik Desa yang diserahkan untuk dikelola oleh Bumdes . dengan Luas lebih kurang 6 Ha yang berlokasi di 4 titik . dengan rincian ;
- 4 Ha Perkebunan Sawit telah mulai Panen.
- 2 Ha Perkebunan Sawit masih berusia 1,5 Tahun.
Kegiatan Ketahanan Pangan Tahun 2025 yaitu : Kegiatan Budi Daya Cabai Keriting ditanam dengan memanfaatkan Lahan Sawit yang masih kecil. seluas lebih kurang 6000 meter persegi. ( memanfaatkan Lahan Sawit Milik Bumdes ), sehingga meringankan Cost untuk Lahan.
Penulis Indra Amriani PLD / Safriani TAPM Nagan Raya




No comments:
Post a Comment